Pages

My Menu

Loading...

Monday, December 15, 2014

CERMINan...

Awan bergelayut,
warna biru yang menghiasi langit mulai pudar,
seolah berlari menghindar karena awan hitam yang terus mengejar....

Seperti Rindu, kadang terasa menggebu... Tapi dalam sekejab rasa itu berubah piLu,
saat apa yang diinginkan rasa tak terjadi dalam nyata....
Dan hanya ada Kecewa kemudian terLuka...

Begitu indah menjadi KACA,
Selaluu dipandang mata,
Selalu terjaga setiap inchi-nya
Dan tak akan pernah terluka...
Kadang iri kepadamu kaca
Seosok bening yang memantulkan keindahan

Kaca selalu jujur pada kita,
Apa yang di lihat,
itulah yang di rasa,
Apa aku harus menjadi seperti kaca, Menunggu pantulan saja,
Diam membisu,
menatap saja, apa yang ditampilkan itulah juga yang akan aku lakukan...

Mungkin kita harus belajar merelakan,
Belajar acuh pada keadaan,
Hingga bila saatnya tiba kita kehilangan,
Tak kan ada kekecewaan dan sakit yang mendalam...

Yaahhh...
Aku akan menjadi kaca,
Selalu terlihat anggun apapun yang berkecamuk di dalamnya,
Hanya menunggu reaksi saja,
Tanpa harus berlebihan dalam segalanya,
Karena apa yang kita anggap asa,
saat berubah hampa kitalah yang akan terluka...
Tanpa ada yang peduli kenapa...

Ney,
Palembang,
Dec 15th, 2014

Sunday, December 7, 2014

DALAM DIAM

Jutaan kata berkecamuk,
Ribuan kalimat memberontak,
seolah ingin mendobrak dinding pertahanan terakhir dan terucap oleh bibir...

Tapi aku Diam...

Tapi aku bertahan,,

Bukan tak mampu mengatakan,
atau tak bisa meneriakkan rasa sesak yang mulai pengap didada,
Tapi karena aku peduli,
Tak ingin kata itu menyakiti,
Dan jadi kata yang akan aku sesali...

Aku membisu,
menahan semua amarahku,
Mencoba mengendalikan kecewa yang kini menyiksa,
Mengunci sakit hati dalam diri...
Aku hanya diam,
mencoba meredam meski menyakitkan.

Perhatian,
Hanya itu yang aku butuhkan,
Bukan pujian, bukan pula berlian,
Hanya waktumu, hanya perhatianmu sekali waktu...

Atau aku seperti hantu,
Yang ada,
Yang nyata,
Tapi tidak kau rasa,
Tapi tak kau lihat,
Tapi tidak kau anggap...

Asa apa yang coba aku nanti,
Rindu apa yang aku cari,
Entah kapan kan kudapati,
Mencoba menunggu sampai hati mengerti...

Ney...
Palembang Des 7th 2014

Thursday, December 4, 2014

HANTU WAKTU

Memburu.... Tapi juga diburu....
Semua membutuhkanmu, merintangi tepian waktu, melintasi batasan yang tak bertepi....

Waktu adalah jawaban, waktu adalah ratapan, waktu.... Sang waktu yang laksana hantu mengejarmu hingga habis nafasmu....

Waktu.... Membunuhmu bagaikan merintangi tepian jurang rindu,
Tak habis aku membahasmu, tak padam aku matikan dan tak hiLang meski terhaLang.

Waktu, aku masih mengingatmu sebaik duLu,
Saat petualangan membutuhkan nyaLi penuh tantangan, saat araL terjaL merintang. Tapi aku kokoh tak terLawan, siap apapun menghadang yang ada di depan.

Waktu, masih diam membisu
Bukan karena tak mampu berkata,
Hanya tak ingin menambah Lara,
Dan menyesaL atas apa yang terkata penuh Luka.

Waktu... Ada baiknya engkau berhenti sejenak,
Mari kita mengukirkan jejak,
Berfikir apa saja yang teLah terjadi,
Biarkan itu jadi kenangan abadi,
Yang selalu membuat kita tertawa dalam sunyi....

Waktu... Kau diam aku genggam,
Hanya angan yang berkeliaran,,
Penuh kegelisahan,
Tapi tak terLuapkan,
Mengendap,, dan penuh harap....

Ney,
Palembang,
December 4th, 2014

Saturday, March 9, 2013

Misteri Gempa Jogja

ini kisah lama...
sedikit mengandung misteri.
bahkan aneh...
sampai sekarangpun setiap ingat selalu merinding.

pasti pada masih ingat kejadian Gempa yang terjadi di Bantul dan Yogyakarta 27 Mey 2006,
saat itu masih kerja di sebuah PH di Jakarta, seminggu kemudian dari kantor temen-temen berinisiatif untuk berkunjung ke Jogja sekedar silaturahmi ke rumah teman yang terkena musibah dan sekalian menolong. pada dasarnya kami punya misi kemanusiaan.

sampai lah kami di Solo, setelah membeli beberapa kardus Mie Instans dan obat-obatan kami meluncur ke bantul, tepatnya di sebelum arah parang tritis.

sampai sana hari sudah gelap, kami sengaja menyerahkan barang bawaan yang ala kadarnya lalu kami berpencar membantu masyarakat disekitar.
melihat kondisi-nya membuat hari ingin menjerit menangis, bangunan roboh, banyak orang terluka, ibu-ibu menangis mencari anaknya dan lain sebagainya... dan akhirnya aku tak kuasa menahan airmata.

tiba-tiba aku berada disuah rumah, aku melihat seorang ibu tua dengan anaknya berdiri didekat puing-puing rumah sambil menangis bersandar pada sebatang pohon. akupun mendekat mencoba berbicara dengan bahasa lokal.
ibi itu bercerita rumahnya hancur, kaki anaknya patah dan dia belum makan aku ikut menangis mendengarnya. aku bercerita aku datang bersama teman-teman dari jakarta bawa beberapa makanan, pakaian dan obat-obatan. aku suruh mereka menunggu sementara aku ingin mengambil makanan dan obat untuk mereka.

aku berlari secepat yang aku bisa ke basecamp anak-anak berkumpul aku minta makanan, baju, obat dan selimut.
aku dibantu Ruli, warga sekitar untuk kembali ke arah rumah ibu itu tadi. saat aku menerobos ke arah semak-semak ruli heran tapi diam saja mengikuti aku berlari.

semakin lama rumput semakin tinggi, dan aku tidak menemukan rumah ibu itu tadi disana hanya ada kuburan-kuburan baru.
aku bingung, sementara Ruli jg ikut bingung.
akupun menceritakan mkepada ayah Ruli, dan ternyata ibu dan anak ittu meninggal tertimpa rumah yang roboh malam sebelum kami datang.

entah yang aku temui itu siapa sampai sekarangpun aku tidak tahu.



Wednesday, January 16, 2013

Tahun Baru... Cerita Baru....

Haiii... apa kabar BLOG tercinta...?

duh udah berapa abad ya nggak pernah update, habis gimana lagi ga pernah buka kompi dan blogspot sekarang ga bisa dibuka dari handphone sih :(
 
Tahun 2012 sepertinya menjadi bagian penting dalam sejarah hidup...
gimana tidak mendadak saja get married with some special.


Apa Lagi ya...

sepertinya banyak banget yang terjadi di tahun kemaren 
tapi mendadak blank bingung mow nulis apa jadi sebaiknya itu dulu aja...


semoga tahun ini berisi semua kebahagiaan, tahun dimana semua harapan dan impian kita terwujud amin :)